DIODA, komponen dasar elektronika

DIODA

Pengertian
dioda adalah sebuah komponen elektronika yang merupakan komponen berstatus aktif dan memiliki dua kutub dengan sifat semikonduktor. Dioda ini dapat dijadikan sebagai media penghantar yang dapat menghantarkan arus listrik dalam satu arah dan menjadi penghalau untuk aliran listrik dari arah lainnya. 
Dioda merupakan sebuah alat yang terbentuk dari piranti Kristal dan tabung hampa milik ilmuwan Cat Wahisker. Tapi, seiring berkembangnya jaman, kini dioda telah berubah bentuk dari bahan dasarnya yang berupa piranti kristal menjadi berbahan germanium dan silikon. Dalam perkembangan dari dioda ini, terdapat berbagai jenis dioda yang telah dibuat oleh para ilmuwan dari seluruh penjuru dunia, seperti dioda dengan bahan kristal atau semikonduktor dan dioda jenis termionik.
Dari kedua jenis dioda yang telah ditemukan ilmuwan dari berbagai belahan dunia, penggunaan dioda dari jenis kristal lebih sering digunakan dalam komponen elektronik dibandingkan dengan dioda jenis termionik. Pengertian dioda jenis termionik sendiri adalah sebuah perangkat dengan katub dari susunan elektroda dalam satu sampul gelas. Bentuk pertama dari dioda termionik ini menyerupai bentuk bola lampu. Dalam bentuk bola lampu tersebut, terdapat filament-filamen yang didalamnya terdapat arus listrik dan memanaskan katoda. Di dalam dioda jenis ini juga terdapat elektroda. Dimana setiap elektroda yang terdapat dalam dioda ini terlapisi dengan unsur oksida dan barium yang merupakan salah satu unsur logam alkai tanah. Dari sekian rangkain tersebut akan menghasilkan efek termionik pada ruang hampa. Kelemahan dari dioda jenis ini terletak pada pancaran elektronik yang sulit untuk dipancarkan karena adanya panas dari tegangan balik pada dioda.
sedangkan untuk dioda dengan tipe krital, memiliki bahan-bahan yang hampir dari semikonduktor. Pada dioda jenis ini terdapat teknologi pertemuan jenis P-N. Teknologi pada dioda jenis semikonduktor ini ternyata terdapat arus listrik yang mengalir dari pertemuan sisi P (anoda) yang menuju pada sisi N (katoda). Aliran dari sisi anoda menuju katoda ini tidak dapat terjadi secara bekebalikan, karena anoda merupakan kutub yang selalu bergerak menuju kutub katoda. Dioda semikonduktor ini sering digunakan karena komponen penyusunnya lebih sederhana dibandingkan dioda terminoik

Dioda Termonik
Dioda termionik adalah sebuah peranti katup termionik yang merupakan susunan elektroda-elektroda di ruang hampa dalam sampul gelas. Dioda termionik pertama bentuknya sangat mirip dengan bola lampu pijar.
Dalam dioda katup termionik, arus yang melalui filamen pemanas secara tidak langsung memanaskan katoda (Beberapa dioda menggunakan pemanasan langsung, dimana filamen wolfram berlaku sebagai pemanas dan juga sebagai katoda), elektroda internal lainnya dilapisi dengan campuran barium dan strontium oksida, yang merupakan oksida dari logam alkalin tanah. Substansi tersebut dipilih karena memiliki fungsi kerja yang kecil. Bahang yang dihasilkan menimbulkan pancaran termionik elektron ke ruang hampa. Dalam operasi maju, elektroda logam disebelah yang disebut anoda diberi muatan positif jadi secara elektrostatik menarik elektron yang terpancar.
Walaupun begitu, elektron tidak dapat dipancarkan dengan mudah dari permukaan anoda yang tidak terpanasi ketika polaritas tegangan dibalik. Karenanya, aliran terbalik apapun dapat diabaikan.
Dalam sebagian besar abad ke-20, dioda katup termionik digunakan dalam penggunaan isyarat
analog, dan sebagai penyearah pada pemacu daya. Saat ini, dioda katup hanya digunakan pada penggunaan khusus seperti penguat gitar listrik serta peralatan tegangan dan daya tinggi.
Gambar dioda terminoik
Dioda Semikomduktor
Sebagian besar dioda saat ini berdasarkan pada teknologi pertemuan p-n semikonduktor. Pada dioda p-n, arus mengalir dari sisi tipe-p (anoda) menuju sisi tipe-n (katoda), tetapi tidak mengalir dalam arah sebaliknya.
Tipe lain dari dioda semikonduktor adalah dioda Schottky yang dibentuk dari pertemuan antara logam dan semikonduktor sebagai ganti pertemuan p-n konvensional.

Jenis jenis diode semikomduktor
Ada beberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran geometrik, tingkat pengotoran, jenis elektroda ataupun jenis pertemuan, atau benar-benar peranti berbeda seperti dioda Gunn, dioda laser dan dioda MOSFET.

1.Diode Gunn
Dioda ini mirip dengan dioda terowongan karena dibuat dari bahan seperti GaAs atau InP yang mempunyai daerah resistansi negatif. Dengan penjar yang semestinya, domain dipol terbentuk dan bergerak melalui dioda, memungkinkan osilator gelombang mikro frekuensi tinggi dibuat

2. Light emiting diode


Dioda yang sering disingkat LED ini merupakan salah satu piranti elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan elektronik yang disebut juga sebagai Opteolotronic.dengan masing-masing elektrodanya berupa anoda (+) dan katroda (-), dioda jenis ini dikategorikan berdasarkan arah bias dan diameter cahaya yang dihasilkan, dan warna nya.
3. Diode Photo (Dioda Cahaya)
dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada pada daerah-daerah reverse tertentu sehingga arus cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya, dioda ini biasa dibuat dengan menggunakan bahan dasar silikon dan geranium. Dioda cahaya saat ini banyak digunakan untuk alarm, pita data berlubang yang berguna sebagai sensor, dan alat pengukur cahaya (Lux Meter).
4. Diode Varactor (Dioda Kapasitas)
Dioda jenis ini merupakan dioda yang unik, karena dioda ini memiliki kapasitas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya tegangan yang diberikan kepada dioda ini, contohnya jika tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan menurun,berbanding terbalik jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan dioda ini secara reverse. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan suara pada televisi, dan pesawat penerima radio.
5. Diode Rectifier (Dioda Penyearah)
Dioda jenis ini merupakan dioda penyearah arus atau tegangan yang diberikan, contohnya seperti arus berlawanan (AC) disearahkan sehingga menghasilkan arus searah (DC). Dioda jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas tegangan yang dimiliki.

 6. Diode Zener
Dioda jenis ini merupakan dioda yang memiliki kegunaan sebagai penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan, sesuai dengan kapasitas dari dioda tersebut, contohnya jika dioda tersebut memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang diterima lebih besar dari kapasitasnya, maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 tetapi jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, dioda ini tetap mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya.
Macam macam dioda beserta simbolnya
Cara Mengukur Dioda dengan Multimeter Analog
  1. Aturkan Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x100
  2. Hubungkan Probe Merah pada Terminal Katoda (tanda gelang)
  3. Hubungkan Probe Hitam pada Terminal Anoda.
  4. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
  5. Jarum pada Display Multimeter harus bergerak ke kanan
  6. Balikan Probe Merah ke Terminal Anoda dan Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda gelang).
  7. Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
  8. Jarum harus tidak bergerak.
    **Jika Jarum bergerak, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah rusak.
demikian penjelsan tentang dioda SEMOGA BERMANFAAT!!!



Komentar